Monday, March 14, 2016

PKNResearch - RESPON MASYARAKAT BANDUNG TERHADAP PENCALONAN RIDWAN KAMIL SEBAGAI GUBERNUR DKI JAKARTA

RESPON MASYARAKAT BANDUNG TERHADAP
PENCALONAN RIDWAN KAMIL SEBAGAI GUBERNUR DKI JAKARTA

KELOMPOK TURQUOISE
TECHNOPRENEURSHIP
Benevia Aldena V.(1500310013)
Christian Putra S. (1500310004)
Dannio Linovkim W. (1500310015)
Dilivia Ryucen (1500310030)
Felix Harianja (1500310002)
Kevin Wahyudi Jaya (1500310016)
Veronica Christin S. (1500310007)
NILAI KELOMPOK
84.46
TANGERANG
2016

Abstrak
        Saat ini banyak pemimpin daerah yang sukses di daerahnya dengan melakukan perbaikan infrastruktur ataupun birokrasi . Pada permasalahan ini menjelang pilkada DKI Jakarta 2017, Ridwan Kamil yang dinilai sukses membangun kota Bandung diajukan sebagai calon gubernur. Peneliti ingin meninjau lebih lanjut terkait isu SARA dari Gubernur DKI Jakarta saat ini (Ahok). Isu mengenai pemerataan pemimpin daerah yang dinilai sukses serta karakter yang diharapkan kepada walikota Bandung. Dengan ini, peneliti ingin mengetahui respon masyarakat Bandung mengenai setuju atau tidaknya ketika walikotanya diajukan partai politik untuk maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
        Peneliti menggunakan proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian. Untuk mendapatkan data, penelitian ini menggunakan metode membagikan kuisoner langsung kepada warga asli Bandung yang berjumlah 127 responden diharapkan mewakili seluruh warga kota Bandung.
        Data yang diolah akan diubah dalam tabel dan diagram dari setiap pertanyaan yang disebarkan pada masyarakat Bandung. Data akan dianalisa dan peneliti menyimpulkan serta memberikan saran kepada walikota Bandung sebagai acuan pengambilan keputusan maju tidaknya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
       
Kata Pengantar
Pencalonan Ridwan Kamil menjadi Gubernur DKI Jakarta menuai banyak kontroversi di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, khususnya Bandung dan Jakarta. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui respon masyarakat Bandung mengenai pencalonan Walikota Bandung, yaitu Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pendidikan kewarganegaraan, yaitu Bapak Arya yang selalu memberi dukungan dan bimbingan selama penelitian ini dilaksanakan.
Riset ini juga tidak akan mungkin terlaksana jika tidak ada kerja sama dari masyarakat Bandung. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Surya University dan teman-teman yang tinggal di Bandung karena telah membantu mengisi kuesioner yang telah diberikan secara online.  Peneliti berharap hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Penelitian ini masih belum sempurna dan masih membutuhkan pengembangan yang lebih lanjut. Oleh karena itu peneliti dengan senang hati menerima kritik atau saran, terima kasih.
DAFTAR ISI
ABSTRAK............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
DAFTAR TABEL................................................................................................ iv
DAFTAR DIAGRAM.......................................................................................... v
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1  LATAR BELAKANG.................................................................................... 1
1.2  PERUMUSAN MASALAH........................................................................... 2
1.3  TUJUAN......................................................................................................... 3
1.4  MANFAAT..................................................................................................... 3
1.4.1                      MANFAAT TEORITIS................................................................... 3
1.4.2                      MANFAAT PRAKTIS.................................................................... 3
1.5  METODE PENELITIAN............................................................................... 3
1.5.1 JENIS PENELITIAN............................................................................... 3
1.5.2 VARIABEL PENELITIAN..................................................................... 4
1.5.3 SUBJEK PENELITIAN........................................................................... 4
1.5.4 TEKNIK SAMPLING.............................................................................. 4
1.5.5 INSTRUMEN PENELITIAN.................................................................. 4
1.5.6 TEKNIK ANALISIS DATA.................................................................... 4
1.5.7    PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN..................................... 5
BAB 2 ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA............................................ 7
2.1 GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN.......................................... 7
2.2 HASIL PENELITIAN.................................................................................... 7
2.3 ANALISIS DATA........................................................................................ 14
BAB 3 PENUTUP.............................................................................................. 25
3.1 KESIMPULAN............................................................................................. 25
3.2 SARAN......................................................................................................... 26
3.2.1 SARAN BAGI RIDWAN KAMIL........................................................ 26
3.2.2 SARAN BAGI MASYARAKAT........................................................... 27
3.2.3 SARAN BAGI PENELITI ..................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 28
LAMPIRAN........................................................................................................ 29
DAFTAR TABEL
Tabel 2.2.1: Hasil Pertanyaan Pertama……………………………………………………... 7
Tabel 2.2.2: Hasil Pertanyaan Kedua………………………………………………………... 7
Tabel 2.2.3: Hasil Pertanyaan Ketiga………………………………………………………... 8
Tabel 2.2.4: Hasil Pertanyaan Keempat……………………………………………………... 8
Tabel 2.2.5: Hasil Pertanyaan Kelima……………………………………………………….. 9
Tabel 2.2.6: Hasil Pertanyaan Keenam………………………………………………………. 9
Tabel 2.2.7: Hasil Pertanyaan Ketujuh………………………………………………………. 10
Tabel 2.2.8: Hasil Pertanyaan Kedelapan…………………………………………………… 10
Tabel 2.2.9: Hasil Pertanyaan Kesembilan………………………………………………….. 10
Tabel 2.2.10: Hasil Pertanyaan Kesepuluh…………………………………………………... 11
Tabel 2.2.11: Hasil Pertanyaan Kesebelas……………………………………………………. 12
Tabel 2.2.12: Hasil Pertanyaan Kedua belas………………………………………………… 12
Tabel 2.2.13: Hasil Pertanyaan Ketiga belas…………………………………………………. 12
Tabel 2.2.14: Hasil Pertanyaan Keempat belas…………………………………………….. 13
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 2.3.1 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan pertama……………………………… 14
Diagram 2.3.2 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kedua………………………………... 14
Diagram 2.3.3 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan ketiga………………………………... 15
Diagram 2.3.4 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan keempat…………………………….. 16
Diagram 2.3.5 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kelima……………………………….. 17
Diagram 2.3.6 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan keenam…………………………….. 17
Diagram 2.3.7 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan ketujuh……………………………… 18
Diagram 2.3.8 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kedelapan………………………….... 19
Diagram 2.3.9 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kesembilan………………………….. 20
Diagram 2.3.10 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kesepuluh………………………….. 20
Diagram 2.3.11 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kesebelas…………………………... 21
Diagram 2.3.12 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kedua belas……………………………….. 22
Diagram 2.3.13 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan ketiga belas……………………………….. 23
Diagram 2.3.14 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan keempat belas……………………………….. 24

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ibu kota adalah bagian penting bagi suatu negara. Ibu kota berfungsi sebagai simbol negara dan pusat pemerintahan dari suatu negara. Ibu kota juga merupakan pencerminan dari negara itu sendiri maka dari itu suatu negara harus memiliki ibu kota yang bisa menjadi panutan bagi kota-kota lain maupun negara lain. Ibu kota selaku pusat negara berfungsi sebagai pusat pemerintahan dalam suatu negara maka dari itu ibu kota harus dipimpin oleh pemimpin yang benar dan kompeten. Ibu kota harus dikelola dengan baik dari berbagai aspek agar bisa menjadi panutan kota-kota lainnya.
        Ibu kota negara Indonesia adalah DKI Jakarta yang dipimpin oleh seorang gubernur. Menjadi gubernur bukanlah perkerjaan yang mudah karena gubernur memiliki tanggung jawab yang besar dalam memimpin daerahnya terlebih jika yang dipimpin adalah daerah ibu kota. Gubernur diwajibkan untuk menyusun program kerja yang akan membuat daerah yang dipimpinnya menjadi lebih baik oleh karena itu, masyarakat harus memilih dengan bijak agar mendapatkan pemimpin yang baik untuk memimpin daerah mereka.
        Saat ini DKI Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2017 mendatang. Sekarang ini berdekatan dengan pilkada yang akan diadakan pada tahun 2017 banyak isu yang mengabarkan tentang calon gubernur yang akan mengikuti pilkada 2017 salah satunya adalah Ridwan Kamil. Ridwan Kamil adalah walikota Bandung yang dilantik pada tahun 2013 lalu. Partai Gerindra (partai yang mengusung Ridwan Kamil) mencalonkan Ridwan Kamil untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta karena kinerja Ridwan Kamil di Kota Bandung sangat baik dan Ridwan Kamil cocok untuk memimpin DKI Jakarta. Akan tetapi isu ini banyak menimbulkan pro dan kontra, dan banyak juga yang tidak setuju Ridwan Kamil dicalonkan menjadi gubernur dalam pilkada 2017.
1.2 Rumusan Masalah
        Penelitian ini diadakan untuk mengetahui respon masyarakat Bandung mengenai pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bandung adalah kota terbesar di Provinsi Jawa Barat dan merupakan kota dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga setelah Jakarta dan Surabaya.
Mochamad Ridwan Kamil, S.T, M.U.D yang lahir di Bandung, 4 Oktober 1971 adalah walikota Bandung untuk periode 2013-2018. Sebelum menjabat sebagai walikota, Ridwan Kamil adalah seorang arsitek dan juga dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 2013 Ridwan Kamil dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra sebagai walikota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai wakil walikota. Dalam rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum 28 Juni 2013, pasangan ini unggul dari 7 pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara.
Bagaimana respon masyarakat Bandung terhadap Ridwan Kamil dan pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta? Sudah sekitar 2 tahun lebih Ridwan kamil menjabat dan masyarakat Bandung merasakan dampak yang positif dari kinerja Ridwan Kamil. Masyarakat Bandung pun melihat bahwa program-program kerja Ridwan Kamil yang sudah dikerjakan terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, masyarakat Bandung puas dengan kinerja Ridwan Kamil sampai saat ini. Masyarakat Bandung merasa sangat puas dengan kinerja Ridwan Kamil yang membenahi Infrastruktur kota Bandung.
Ridwan Kamil yang diberitakan akan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017 menuai ketidaksetujuan dari masyarakat Bandung sendiri meskipun Ridwan Kamil berkompeten karena menurut sebagian besar masyarakat Bandung bahwa walikota yang sukses di daerahnya jangan selalu dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta agar adanya pemerataan pemerintahan yang baik. Menurut sebagian masyarakat Bandung pencalonan Ridwan Kamil tidak berlatar belakang politik SARA, tapi ada juga sebagian masyarakat Bandung yang mengatakan bahwa pencalonan ini berlatar belakang politik SARA. Masyarakat Bandung memilih Ridwan Kamil untuk bertahan dan menyelesaikan masa jabatannya dan juga melanjutkan kinerja-kinerja bagus yang dilakukan Ridwan Kamil. Pada penelitian ini juga akan diketahui lebih dalam mengenai respon masyarakat Bandung mengenai pencalonan Ridwan Kamil.
1.3 Tujuan Penelitian
Berkaitan dengan pokok permasalahan yang telah dijabarkan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui program Ridwan Kamil yang dirasakan oleh masyarakat Bandung.
2. Untuk mengetahui karakter seorang pemimpin yang diidamkan masyarakat Bandung.
3. Untuk mengetahui tanggapan masyarakat Bandung terhadap Ridwan Kamil yang akan maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta.
4. Untuk mencari tahu solusi terbaik menurut masyarakat Bandung mengenai pencalonan ini.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat teoritis
      Dari penelitian ini diharapkan terdapat manfaat, adapun manfaat teoritisnya adalah sebagai berikut:
1.   Untuk memperoleh pengetahuan yang faktual mengenai respon masyarakat Bandung atas pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta.
2.   Untuk memperoleh pengetahuan khusus mengenai dampak kinerja Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Walikota Bandung.
3.   Untuk memperoleh solusi terbaik bagi masyarakat Bandung.
1.4.2 Manfaat Praktis
Penelitian ini kiranya dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak, yaitu :
1.   Bagi perguruan tinggi
Untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Surya University adalah kampus berbasis riset.
    2. Bagi pemerintah daerah
Penelitian ini diharapkan bisa menjadi salah satu masukan dalam pengambilan keputusan pemimpin daerah terkait jika dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta.
   3. Bagi penulis
Dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penulis dalam melakukan riset, dan mengumpulkan data-data valid dari narasumber secara langsung. Penelitian ini juga bermanfaat untuk melatih penulis dalam menganalisa data dan memberikan kesimpulan beserta solusi terbaik berdasarkan data yang didapatkan.
4. Bagi pembaca
        Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kontroversi yang terjadi di kalangan masyarakat Kota Bandung dan pendapat masyarakat Bandung serta harapan dari masyarakat Bandung.
1.5 Metode Penelitian
  1.5.1 Jenis Penelitian
        Penelitian yang dilakukan termasuk ke dalam penelitian berjenis kuantitatif dan deskriptif. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif untuk mengumpulkan data aktual yang bertujuan untuk menggambarkan respon masyarakat Bandung akan pencalonan Ridwan Kamil secara faktual dan memadukannya dengan data kuantitatif menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur respon masyarakat Bandung.
        Penelitian Kuantitatif yang dilakukan masih terdiri dari tiga kategori:
   Basic Research
        Penelitian ini dilakukan dengan alasan intelektual yang bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut dan mengembangkan penelitian ini.
   Field Reseacrh
Penelitian ini dilakukan dengan cara terjun secara langsung ke lapangan dengan membagikan kuesioner, bukan hanya mencari data dari internet ataupun mencari data di  perpustakaan.
   Survey Research
        Penelitian ini menggunakan kuisioner yang diajukan kepada responden dengan bertatap muka secara langsung yang bertujuan untuk mengumpulkan data.
  1.5.2 Variabel Penelitian
        Variabel pada penelitian ini adalah respon masyarakat Bandung pada pencalonan Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Berdasarkan variabel penelitian ini akan diketahui respon-respon dari masyarakat Bandung berdasarkan kuisioner yang dibagikan.
  1.5.3 Subjek Penelitian
        Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Bandung. Dari data yang dilakukan telah didapatkan 127 responden.
  1.5.4 Teknik Sampling
Populasi yang ingin diteliti adalah masyarakat Bandung. Teknik yang dilakukan adalah accidental sample (berdasarkan pada kesediaan responden untuk mengisi kuisioner). Data yang didapatkan sudah dilakukan pemeriksaan ulang sehingga didapatkan data yang valid.
  1.5.5 Instrumen Penelitian
        Dalam penelitian ini digunakan kuisioner untuk mengumpulkan data yang selanjutnya berguna untuk mengembangkan penelitian ini dan mengumpulkan respon dari masyarakat Bandung. Kuisioner yang berjumlah 127 dibagikan kepada 127 responden di Bandung. Pada penelitian ini peneliti menggunakan 127 kuesioner yang sudah diperiksa ulang kebenarannya.
  1.5.6 Teknik Analisis Data
        Pendekatan kuantitatif yang dilakukan didukung dengan menggunakan analisis “Statistik Dekriptif”. Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna (Wapole, 1995). Penggunaan statistik deskriptif ini digunakan dalam proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik. Penghitungan data menggunakan jumlah frekuensi dan besar persentase. Lalu, setiap tabel dan grafik akan dijelaskan.
 
1.5.7 Prosedur Pelaksanaan Penelitian
        Penelitian ini berawal dari pemberian tugas pada tanggal 14 Januari 2016. Setelah melakukan brain storming mengenai topik antar peneliti maka terpilihlah topik dengan judul “Respon Masyarakat Bandung Terhadap Pencalonan Ridwan Kamil Sebagai Gubernur DKI Jakarta” pada tanggal 20 Januari 2016. Pada tanggal 21 Januari 2016 peneliti melakukan diskusi dengan doesn pembimbing mengenai topik dan kuesioner yang akan dibuat. 22 Januari sampai 10 Februari 2016 penyusunan kuisioner dilakukan. Setelah penyusunan kuisioner selesai dilakukan pada tanggal 11 Februari sampai 13 Februari 2016 peneliti menyebarkan kuisioner di Bandung (Alun-alun kota Bandung, Konferensi Asia-Afrika) kepada 127 responden, pemilihan tempat tersebut sudah melalui diskusi terlebih dahulu mengenai tempat berkumpul warga Bandung dari berbagai tempat. Pembuatan presentasi dilakukan setelah mengolah data yang didapatkan dari 127 kuisioner yang telah periksa.
Pada tanggal 25 Februari 2016 peneliti mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan di depan dosen pembimbing dan juga mahasiswa lain. Pengolahan data untuk dijadikan laporan dilakukan tanggal 3 Maret sampai 9 Maret 2016 hingga akhirnya menjadi sebuah laporan penelitian yang lalu akan dikumpulkan 10 Maret 2016.
BAB II
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
2.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian
      Subjek yang peneliti pilih dalam penelitian ini adalah warga asli Kota Bandung. Peneliti memilih subjek ini karena warga Kota Bandung telah dipimpin oleh oleh Ridwan Kamil selama kurang lebih 3 tahun jadi mereka lebih banyak tahu tentang Ridwan Kamil dan merasakan dampak langsung dari kinerja Ridwan Kamil. Peneliti memilih responden yang berumur lebih dari 17 tahun karena mereka sudah memiliki hak untuk melakukan pemilihan dan dianggap memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai pemerintahan.
2.2. Hasil Penelitian
      Dari 127 kuesioner yang peneliti sebarkan di Kota Bandung, peneliti mendapat hasil sebagai berikut:
        Tabel 2.2.1: Hasil Pertanyaan Pertama
Apakah anda sebagai warga bandung merasakan dampak kinerja Ridwan Kamil?
JUMLAH
PRESENTASE
YA
127
100%
TIDAK
0
0%
Dari hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa 100% dari 127 responden yang mengisi kuesioner menjawab mereka merasakan dampak atau perubahan yang terjadi selama kepemimpinan Ridwan Kamil di Kota Bandung.
Tabel 2.2.2 : Hasil Pertanyaan Kedua
Apakah program kerja Ridwan Kamil sudah terlaksana dengan baik ?
JUMLAH
PRESENTASE
SUDAH
BELUM
SEBAGIAN
96
26
5
75.6%
20.5%
3.9%
       
Dari hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa 75.6%  responden merasa bahwa program kerja Ridwan Kamil sudah terlaksana dengan baik. Hanya 20.5% responden yang merasa program kerja Ridwan Kamil sudah terlaksana dengan baik sedangkan 3.9% sisanya menjawab bahwa program kerja Ridwan Kamil baru terlaksana beberapa saja.
Tabel 2.2.3 : Hasil Pertanyaan Ketiga
Apakah anda puas dengan kinerja Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Walikota Bandung?
JUMLAH
PRESENTASE
YA
TIDAK
119
8
93.7%
6.3%
       
        Dari hasil kuisioner diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden puas dengan kinerja Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Walikota Bandung. Hanya 6.3% responden yang merasa tidak puas dengan kinerja Ridwan Kamil selama masa jabatannya sebagai Walikota Bandung
       
Tabel 2.2.4 : Hasil Pertanyaan Keempat
Sebagai warga kota Bandung, lebih penting mana perbaikan birokrasi atau perbaikan infrastruktur?
JUMLAH
PRESENTASE
BIROKRASI
INFRASTRUKTUR
TIDAK TAHU
36
82
19
28.3%
64.6%
7.1%
        Dari hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa  64.6% dari responden menjawab bahwa perbaikan infrastruktur suatu daerah lebih penting dibandingkan perbaikan Birokrasi. Hanya 28.3% yang menjawab lebih penting birokrasi serta 7.1% sisanya tidak mengetahui apa itu perbaikan infrastruktur maupun birokrasi.
Tabel 2.2.5 : Hasil Pertanyaan Kelima
Apakah anda mengetahui adanya pemilihan pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung pada tahun 2017?
JUMLAH
PRESENTASE
YA
TIDAK
78
49
61.4%
38.6%
      Dari hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa 61.4% responden mengetahui adanya pilkada yang akan diadakan di DKI Jakarta pada tahun 2017 dan 38.6% sisanya tidak mengetahui bahwa akan diadakan pilkada di DKI Jakarta.
Tabel 2.2.6 : Hasil Pertanyaan Keenam
Apakah anda mengetahui bahwa Ridwan Kamil akan dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta?
JUMLAH
PRESENTASE
TAHU
TIDAK TAHU
62
65
48.8%
51.2%
      Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa tidak banyak responden yang tahu akan pencalonan Ridwan Kamil menjadi gubernur DKI Jakarta. Hanya 48.8% responden yang mengetahui dan ada 51.2% responden yang tidak mengetahui pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Tabel 2.2.7 : Hasil Pertanyaan Ketujuh
Apakah anda setuju Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur pada pilkada DKI Jakarta 2017?
JUMLAH
PRESENTASE
SETUJU
TIDAK SETUJU
33
94
26%
74%
        Pertanyaan ketujuh ini merupakan pertanyaan lanjutan dari pertanyaan keenam. Responden yang menjawab tidak tahu di pertanyaan keenam diberi penjelasan oleh peneliti tentang pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta. Presentase yang didapat adalah mayoritas responden tidak setuju akan pencalonan Ridwan Kamil. 74% responden tidak setuju dan 26% lainnya mengatakan setuju.
Tabel 2.2.8 : Hasil Pertanyaan Kedelapan
Setujukah anda jika bupati-walikota yang sukses memimpin di daerahnya dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta?
JUMLAH
PRESENTASE
SETUJU
TIDAK SETUJU
50
77
39.4%
60.6%
        Dari kuesioner diatas dapat diketahui bahwa 60.6% responden tidak setuju jika ada bupati atau walikota yang sukses di daerahnya harus dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan 39.4% sisanya setuju jika pemimpin yang sukses di daerahnya harus dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Tabel 2.2.9 : Hasil Pertanyaan Kesembilan
Apa sifat-sifat yang dapat mendukung seseorang untuk memimpin suatu daerah?
JUMLAH
PRESENTASE
-Harus berlatarbelakang militer
-Memiliki agama, ras, dengan
mayoritas masyarakat setempat
-Adil, tidak membedakan penjabat atau  masyarakat
-Tegas dalam menegakkan hukum dan  mengatur birokrasi pemerintahan anti korupsi
-Harus berasal dari partai yang kuat
1
11
38
76
1
0.8%
8.7%
29.9%
59.8%
0.8%
       
Dari kuesioner diatas dapat diketahui bahwa 0.8% responden memilih bahwa seorang pemimpin harusa berlatar belakang militer. 8.7% responden setuju bahwa seorang pemimpin harus memiliki agama dan ras yang sama dengan mayoritas masyarakat setempat. 29.9% responden menekankan bahwa seorang pemimpin harus adil, tidak membedakan penjabat atau masyarakat. Mayoritas responden lebih memilih seorang pemimpin yang tegas dalam menegakkan hukum dan mengatur birokrasi pemerintahan anti korupsi (59.8%). Sedangkan 0.8% persen responden menyebutkan bahwa seorang pemimpin yang baik harus berasal dari partai yang kuat.
Tabel 2.2.10 : Hasil Pertanyaan Kesepuluh
Apakah menurut anda Ridwan Kamil berkompeten untuk menjadi gubernur DKI Jakarta?
JUMLAH
PRESENTASE
YA
TIDAK
103
24
81.1%
18.9%
Dari hasil kuisioner tersebut diketahui bahwa 81.1% responden berpendapat bahwa RIdwan Kamil cukup kompeten untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta dan 18.9% sisanya berpendapat bahwa Ridwan Kamil tidak cocok menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Tabel 2.2.11 : Hasil Pertanyaan Kesebelas
Menurut anda, apakah anda setuju bahwa pencalonan Ridwan Kamil sebagai gubernur Jakarta berlatar belakang politik SARA?
JUMLAH
PRESENTASE
YA
TIDAK
36
91
28.1%
71.9%
        Berdasarkan hasil kuesioner diatas, 28.1% reponden berpendapat bahwa pencalonan Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung adalah berlatar belakang politik SARA. Namun mayoritas dari responden (71.9%) beranggapan bahwa pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta bukanlah berlatar belakang politik SARA.
Tabel 2.2.12 : Hasil Pertanyaan Kedua belas
Apakah sikap kepemimpinan seseorang dipengaruhi oleh agama yang dianut?
JUMLAH
PRESENTASE
YA
TIDAK
TIDAK TAHU
58
68
1
45.7%
53.5%
0.7%
        Dari hasil kuesioner diatas dapat diketahui bahwa 45.7% responden setuju bahwa sikap kepemimpinan seseorang dipengaruhi oleh agama yang dianut. 53.5% responden tidak setuju dan 0.7% sisanya tidak tahu.
Tabel 2.2.13 : Hasil Pertanyaan Ketiga belas
Seandainya beliau terpilih, lebih baik mana? Ridwan Kamil maju melalui jalur independen atau melalui dukungan partai?
JUMLAH
PRESENTASE
INDEPENDEN
PARTAI
TIDAK TAHU
103
22
2
81.1%
17.3%
1.4%
        Hasil kuesioner diatas menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Bandung lebih memilih Ridwan Kamil maju melalui jalur independen jika terpilih (81.1%). Tetapi 17.3% responden lebih menyetujui jika Ridwan Kamil maju melalui dukungan partai dan 1.4% responden tidak tahu.
Tabel 2.2.14 : Hasil Pertanyaan Keempat belas
Menurut anda apakah solusi terbaik untuk pencalonan Ridwan Kamil menjadi gubernur DKI Jakarta?
JUMLAH
PRESENTASE
-Ridwan kamil tetap menjabat sebagai walikota  Bandung menyelesaikan jabatannya.
-Ridwan kamil naik menjadi guberbur DKI Jakarta melepas jabatan walikota dan bersaing dengan Ahok.
-Tidak tahu
111
14
2
87.4%
11%
1.6%
        Berdasarkan hasil kuesioner diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden lebih memilih agar Ridwan Kamil tetap menjabat sebagai Walikota Bandung dan menyelesaikan jabatannya (87.4%). 11% responden berpendapat bahwa Ridwan Kamil harus melepas jabatannya dan ikut bersaing dengan Ahok dan 1.6% sisanya menjawab tidak tahu..

2.3 Analisis Data
Analisa 1: Apakah anda sebagai warga Bandung merasakan dampak kinerja Ridwan Kamil selama masa Jabatannya
Diagram 2.3.1 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan pertama
Ridwan Kamil telah memimpin Kota Bandung selama kurang lebih 3 tahun. Beliau telah banyak melakukan program kerja yang beliau buat untuk Kota Bandung[1], maka dari itu pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui apakah masyarakat bandung merasakan dampak dari kinerja Ridwan Kamil selama beliau menjabat sebagai Walikota Bandung. Seluruh responden menjawab bahwa mereka merasakan dampak dari kinerja Ridwan Kamil.
Analisa 2: Apakah semua program-program Ridwan Kamil sudah terlaksana dengan baik?
Diagram 2.3.2 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kedua
Seorang walikota harus memiliki program kerja untuk lebih meyakinkan masyarakat walikota harus menjalankan progam kerja yang dibuat dengan sebaik mungkin. Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui apakah masyarakat Bandung merasakan dampak dari kinerja Ridwan Kamil selama menjabat sebagai walikota Kota Bandung. Mayoritas (75.6%) responden menjawab bahwa mereka merasakan dampak dari kinerja Ridwan Kamil.
Analisa 3: Apakah anda puas dengan kinerja Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung sejauh ini?
Diagram 2.3.3 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan ketiga
Walikota harus berkomitmen dalam mengerjakan semua program kerjanya. Walikota juga harus berpihak kepada rakyat dan mementingkan kepentingan rakyat, sekarang ini banyak pemimpin-pemimpin daerah yang hanya bicara manis di awal tetapi pada saat menjalankan program kerja mereka tidak berkomitmen seperti yang mereka janjikan kebanyakan dari mereka juga lebih mementingkan kepentingan pribadi. Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui apakah masyarakat Bandung puas dengan kinerja Ridwan Kamil selama menjadi Walikota Bandung. Hampir seluruh responden (93.7%) menjawab Ridwan Kamil sudah menjalankan program kerja dengan baik
Analisa 4: Sebagai warga Kota Bandung,lebih penting mana perbaikan birokrasi atau perbaikan infrastruktur?
Diagram 2.3.4 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan keempat
Dalam kemimpinan Ridwan Kamil, beliau fokus terhadap pengembangan infrastruktur contohnya seperti pembangunan Taman Jomblo, Taman Lansia , Pet Park, Alun-alun  Kota Bandung dan lain lain[2]. Sedangkan dalam kemimpinan Ahok, beliau fokus terhadap perbaikan dari birokrasi contohnya seperti memecat 120 orang  pegawai dari status PNS[3]. oleh karena itu dalam pertanyaan ini peneliti ingin mengetahui apakah warga Bandung lebih mementingkan infrastruktur atau perbaikan birokrasi. lebih dari setengah responden(64.6%) menjawab bahwa perbaikan infrastruktur lebih penting dibandingkan perbaikan birokrasi.

Analisa 5: Apakah anda mengetahui adanya pemilihan pilkada DKI yang akan berlangsung pada tahun 2017?
Diagram 2.3.5 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kelima
Pemilihan kepala daerah (pilkada) adalah pemilihan yang dilakukan wajib di suatu daerah setiap 5 tahun sekali. Pilkada dilakukan untuk mendapatkan pemimpin yang baik dan berkualitas untuk kesejahteraan daerah[4]. Kepala daerah sangatlah penting dalam suatu daerah sehingga dalam hal pilkada masyarakat harus berhati-hati dalam memilih pemimpin di daerahnya khususnya di daerah ibu kota yaitu Jakarta. Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui apakah masyarakat Bandung tahu tentang adanya pilkada yang di adakan di DKI Jakarta pada tahun 2017. Mayoritas responden (64.6%) mengetahui adanya pilkada 2017
Analisa 6: Apakah anda mengetahui Ridwan Kamil akan dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada pilkada 2017
Diagram 2.3.6 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan keenam
Pencalonan Ridwan Kamil sudah mulai terdengar-dengar di berita. Dikatakan bahwa Ridwan Kamil akan dicalonkan oleh Partai Gerindra menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada pilkada 2017. Politisi Gerindra pun mengatakan bahwa “Catat nih! Warga Jakarta tunggu Kang Emil” yang diartikan bahwa yang menginginkan Ridwan Kamil maju bukanlah dirinya sendiri tetapi warga DKI Jakarta[5]. Ridwan Kamil pun belum menyatakan akan maju atau tidak pada pilkada 2017. Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui apakah masyarakat Bandung mengetahui pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta. lebih dari setengah responden(51.2%) tidak mengetahui tentang pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta
Analisa 7: Apakah anda setuju Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur pada pilkada DKI Jakarta 2017
Diagram 2.3.7 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kedua
Pilkada DKI Jakarta akan diadakan pada tahun 2017 dan jabatan Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung berakhir tahun 2018 tetapi banyak isu yang beredar bahwa Ridwan Kamil akan mengikuti pilkada 2017 di DKI Jakarta. Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui tanggapan masyarakat Bandung tentang isu-isu tersebut(setuju atau tidak). Mayoritas responden (74%) tidak setuju, karena mereka berpikir bahwa Ridwan Kamil harus menyelesaikan tugasnya di Kota Bandung[6].
Analisa 8 : Setujukah anda jika bupati/walikota yang sukses memimpin di daerahnya dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta
        Diagram 2.3.8 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kedepan
Dalam periode sebelumnya Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama yang sukses di daerahnya masing-masing dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Peneliti ingin mengetahui apakah masyarakat Bandung setuju dengan hal tersebut. Mayoritas dari responden(60.6%) menjawab tidak setuju karena mereka berpikir bahwa di Indonesia ini harus ada pemerataan pemimpin yang baik jadi tidak semua pemimpin yang bagus di adu untuk menjadi Gubernur di DKI Jakarta.
Analisa 9 : Apakah sifat-sifat yang dapat mendukung seseorang untuk memimpin suatu daerah ?
        Diagram 2.3.9 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kesembilan
Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui seperti apa karakter yang diinginkan oleh masyarakat Bandung. lebih dari setengah(59.8%) responden memilih pemimpin yang tegas dalam menegakkan hukum dan mengatur birokrasi pemerintahan anti korupsi. dan yang paling sedikit adalah harus berasal dari partai yang kuat karena menurut mereka partai tidak menentukan sikap kepemimpinan seseorang.Tujuan dari pembuatan pertanyaan ini untuk mengetahui karakter seperti apa yang diinginkan warga Bandung.
Analisa 10 :Apakah menurut anda Ridwan Kamil berkompeten untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta?
       
Diagram 2.3.10 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kesepuluh
        Tidak semua pemimpin akan cocok memimpin daerah yang dipimpinnya. Sebagai contoh Ahok dinilai berhasil oleh Politisi PDIP[7] karena telah mengatur dan menciptakan pemerintahan anti korupsi Ahok dinilai telah mengatur birokrasi ibu kota dan tegas dalam menangangi para pelaku penyelewengan. Maka belum pasti Ridwan Kamil dapat cocok dengan suasana politik dan birokrasi yang keras di Jakarta.
        Dari latar belakang tersebut maka peneliti mengajukan pertanyaan mengenai apakah Ridwan Kamil cukup kompeten untuk memimpin DKI Jakarta. Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui menurut masyarakat Bandung apakah Ridwan Kamil mampu bersaing dengan pemimpin-pemimpin yang akan dicalonkan pada pilkada DKI Jakarta 2017. Hampir seluruh responden menjawab bahwa Ridwan Kamil berkompeten untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta karena menurut mereka Ridwan Kamil lebih baik dari calon-calon lain
Analisa 11 : Menurut anda, apakah anda setuju bahwa pencalonan Ridwan Kamil sebagai gubernur DKI Jakarta berlatar belakang politik SARA?
                Diagram 2.3.11 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kesebelas
SARA (Suku, Agama, Ras, Antar golongan) adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau suku dan golongan. Ada orang yang berpikir bahwa SARA itu merupakan suatu faktor penting agar seorang pemimpin menjadi pemimpin yang baik tetapi ada juga yang berpikir SARA tidak terlalu penting. Karena itu pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui tanggapan dari warga Bandung bahwa menurut mereka pencalonan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur DKI Jakarta berdasarkan SARA atau tidak. Mayoritas responden (71.9%) berpendapat bahwa mereka tidak setuju pencalonan Ridwan Kamil berdasarkan politik SARA. Kebanyakan dari mereka memilih tidak setuju karena mereka berpikir bahwa SARA tidak terlalu penting dan mereka juga berpikir bahwa Ridwan Kamil adalah orang Sunda jadi sudah jelas bahwa pencalonan Ridwan Kamil tidak berdasarkan politik SARA. Menurut mereka majunya Ridwan Kamil hanya semata-mata karena Ridwan Kamil berkompeten untuk menjadi gubernur Jakarta.
Analisa 12 :Apakah sikap kepemimpinan seseorang dipengaruhi oleh agama yang dianut?
        Diagram 2.3.12 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan kedua belas
Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama muslim terbanyak di dunia[8] dan hampir semua pemimpin di Indonesia beragama muslim. Akan tetapi ibu kota negara Indonesia dipimpin oleh seorang yang bukan dari agama muslim itu membuat banyak kontroversi apalagi di Indonesia ini banyak organisasi-organisasi masyarakat yang berlandaskan agama seperti FPI (Front pembela Islam) adalah salah satu contoh ormas yang mengaku sebagai ormas yang berlandaskan agama. FPI tidak setuju bahwa Basuki Tjahaja Purnama menjadi pemimpin di jakarta karena mereka menganggap agama lain selain agama mereka itu kafir. Oleh karena itu, mereka tidak ingin ibu kota negara mereka dipimpin oleh orang kafir[9]. Pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui opini dari masyarakat Bandung terhadap pernyataan tersebut. Lebih dari setengah responden (53.5%) menjawab bahwa agama tidak mempengaruhi kepemimpinan seseorang. Para responden menjawab tidak karena pikiran mereka sudah terbuka mereka mulai memahami konsep Bhinekka Tunggal Ika. Mereka juga mengerti bahwa Indonesia tidak hanya memiliki 1 agama melainkan ada 6 ajaran agama yang diajarkan di Indonesia. Mereka beropini bahwa agama tidaklah penting yang penting adalah pemimpin yang peduli, tegas, dan bisa membangun daerah yang dipimpinnya.
Analisa 13 : Seandainya beliau terpilih, lebih baik mana? Ridwan kamil maju melalui jalur independen atau dukungan partai?
        Diagram 2.3.13 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan ketiga belas
        Komunitas yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI 2017 melalui jalur independen, Teman Ahok, sudah mengumpulkan sekitar 600.000 data KTP[10]. Hal Ini menunjukkan bahwa rakyat lebih mendukung seorang pemimpin untuk maju tanpa didampingi oleh partai, masyarakat telah kehilangan kepercayaaan terhadap partai-partai yang ada di Indonesia. Masyarakat menganggap bahwa partai hanya membatasi ruang gerak para pemimpin dan menghalang kinerja mereka. Oleh sebab itu pertanyaan ini dibuat untuk mengetahui apakah masyarakat Bandung lebih memilih Ridwan Kamil maju melalui jalur independen atau melalui  dukungan partai. Mayoritas(81.1%) responden lebih memilih Ridwan Kamil maju dengan cara independen
Analisa 14 : Menurut anda apakah solusi terbaik untuk pencalonan Ridwan Kamil menjadi Gubernur DKI Jakarta?
Diagram 2.3.14 : Diagram Jawaban pada Pertanyaan keempat belas
Seperti  yang telah kita ketahui bahwa pencalonan Ridwan Kamil sebagai Gubernur DKI Jakarta menimbulkan banyak kontroversi di kalangan masyarakat. Oleh sebab itu pertanyaan ini dibuat untuk mencari tahu solusi terbaik menurut masyarakat Bandung. Ridwan Kamil sendiri mengakui bahwa dirinya merasa berat untuk meninggalkan Bandung dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Masa Jabatannya akan selesai pada tahun 2018 Walaupun beliau ingin menuntaskan seluruh program kerjanya hingga masa jabatannya berakhir. Hampir seluruh responden(87.4%) mengiginkan Ridwan Kamil tetap di Bandung dan menyelesaikan masa jabatannya, kalaupun Ridwan Kamil menjadi gubernur mereka menginginkan bahwa Ridwan Kamil harus menjadi Gubernur Jawa Barat

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
        Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.   Ridwan Kamil selama masa jabatannya sebagai walikota bekerja dengan baik dan semua program yang dijanjikan Ridwan Kamil sudah dijalankan dengan baik. Terbukti dari pembangunan taman-taman yang menjadi destinasi wisata di Kota Bandung. Warga Bandung juga suka dengan kinerja Ridwan Kamil serta mereka juga merasakan dampak positif dengan Ridwan Kamil sebagai pemimpin mereka.
2.   Warga Bandung merasa bahwa perbaikan infrastruktur dalam suatu daerah lebih penting daripada perbaikan birokrasi karena mereka berpikiran bahwa infrastruktur di Kota Bandung sebelum adanya Ridwan Kamil masih belum teratur. Keseriusan Ridwan Kamil dalam membangun infrastruktur itu terbukti, Sekarang warga Bandung patut bangga karena Kota Bandung termasuk dalam peringkat 3 besar dalam yang terbaik dari segi infrastruktur[11]
3.   Menurut isu yang beredar Ridwan Kamil akan dicalonkan dalam pilkada DKI Jakarta 2017. Mayoritas warga Bandung mengetahui akan adanya pilkada yang diadakan pada tahun 2017 di DKI Jakarta tetapi sebagian dari mereka belum mengetahui bahwa Ridwan Kamil akan dicalonkan sebagai Gubernur di DKI Jakarta.
4.   Majunya Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur DKI Jakarta ada yang beranggapan adanya isu SARA yang mengikat Gubernur DKI Jakarta sekarang (Ahok) karena disebut kafir, non muslim dan lain sebagainya. Namun setelah menurut masyarakat Bandung berbeda. Mayoritas menjawab bukan adanya isu SARA yang membuat Ridwan Kamil di ajukan para partai politik untuk menjadi calon Gubernur. Menurut analisa dan interaksi dua arah dengan responden maka ada kemungkinan isu agama menjadi yang terkuat. Karena mayoritas beragama Muslim besar kemungkinan pengajuan Ridwan Kamil sebagai isu agama.
5.   Masyarakat memiliki sebuah kriteria dan harapan pada para pemimpin daerah terutama Bandung untuk tegas dalam menegakkan hukum dan mengatur birokrasi dengan baik. Masyarakat menyukai sosok yang tegas dan dapat membangun Kota Bandung dengan lebih baik terutama birokrasi dan infrastruktur.
6.   Masyarakat Bandung tidak setuju jika Ridwan Kamil mengikuti pilkada yang diadakan 2017 karena mereka ingin Ridwan Kamil menyelesaikan masa jabatannya di Bandung dan mereka berharap bahwa Ridwan Kamil akan menjadi Gubernur Jawa Barat setelah menjabat di Kota Bandung. Mereka berpikiran bahwa Ridwan Kamil sangat cocok menjadi Gubernur Jawa Barat karena Ridwan Kamil adalah orang asli suku Sunda. Kalaupun Ridwan Kamil maju sebagai Gubernur DKI Jakarta warga Bandung lebih setuju jika Ridwan Kamil maju secara independen bukan dengan dukungan partai.
3.2 Saran
3.2.1 Saran Bagi Ridwan Kamil
Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Ridwan Kamil, berdasarkan penelitian yang telah ada, warga Bandung lebih memilih Ridwan Kamil untuk tetap menjabat dan menyelesaikan masa jabatannya karena warga Bandung sendiri masih menginginkan Ridwan Kamil menjabat sebagai Walikota di Bandung. dari poin 2.14 dapat disimpulkan bahwa mereka memilih Ridwan Kamil tetap di Bandung karena berlakunya masa jabatan Ridwan Kamil masih panjang, program-program Ridwan Kamil belum semuanya terlaksana,dampak kinerja Ridwan Kamil juga masih belum besar, peningkatan taraf hidup mereka masih belum signifikan dan pemerataan infrastruktur masih kurang merata. Karena hal tersebut tidak disarankan Ridwan Kamil naik ke pilkada DKI Jakarta pada pilkada 2017.
3.2.2 Saran Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat disarankan agar lebih aktif dalam menyuarakan pendapat ke pemerintah, hal tersebut dapat membantu pemerintah untuk mengetahui pendapat masyarakatnya  mengenai program kerja yang dijalankan.
3.2.3 Saran Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi pihak-pihak yang tertarik untuk meneliti lebih lanjut, penulis menyarankan agar diteliti lebih lanjut mengenai apa yang diinginkan dan
dibutuhkan masyarakat Bandung karena hal ini akan membantu  Ridwan Kamil dan  pemimpin selanjutnya untuk menjadikan kota Bandung menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2015. Daftar Pemenang Indonesia’s Attractiveness Awards. [Online]
Aziza, K.S., 2015. Dipecat Ahok, PNS DKI Ajukan Banding ke BKN. [Online] (http://megapolitan.kompas.com/read/2015/09/16/09444911/Dipecat.Ahok.PNS.DKI.Ajukan.Banding.ke.BKN diakses 7 Maret 2016)
Fahmi, Yusron, 2016. Ridwan Kamil Minta Pendapat Netizen Soal Cagub DKI, Ini Hasilnya.[Online]
Khaththath, M.A, 2014. Ahok Kafir Hendak Tutup Syiar Allah. [Online]
Madani, M.A., 2013. In Picture: Ridwan Kamil Resmi Dilantik Jadi Wali Kota Bandung Periode 2013 - 2018. [Online]
Raharja, Ribut, 2016. Politisi PDIP: Ahok Berhasil Pimpin Jakarta. [Online] (http://manado.tribunnews.com/2016/02/09/politisi-pdip-ahok-berhasil-pimpin-jakarta
diakses 8 maret 2016)
Ugeng, Lionel, 2012.10 Negara Berpenduduk Muslim Terbanyak. [Online] (https://id.crowdvoice.com/posts/10-negara-berpenduduk-muslim-terbanyak-26Ew diakses 7 Maret 2016)
LAMPIRAN
Data jawaban responden berdasarkan umur dan jenis kelamin:


Proses Pembagian Kuesioner


[1] http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/13/09/16/mt7p8h-ridwan-kamil-resmi-dilantik-jadi-wali-kota-bandung-periode-2013-2018
[2] Fahmi, Yusron, 2016. Ridwan Kamil Minta Pendapat Netizen Soal Cagub DKI, Ini Hasilnya.
[3] Khaththath, M.A, 2014. Ahok Kafir Hendak Tutup Syiar Allah. [Online]
[6] http://news.detik.com/berita/3129812/sekjen-gerindra-ridwan-kamil-harus-tuntaskan-masa-jabatan-di-bandung
[7] Aziza, K.S., 2015. Dipecat Ahok, PNS DKI Ajukan Banding ke BKN. [Online]
[8] https://id.crowdvoice.com/posts/10-negara-berpenduduk-muslim-terbanyak-26Ew
[10] http://www.suara.com/news/2016/01/25/163559/ingin-tahu-berapa-ktp-yang-sudah-dikumpulkan-teman-ahok

No comments:

Post a Comment